MAKNA KATA “SAMPURASUN”

Sampurasun,

Banyak yang mempertanyakan arti kata “SAMPURASUN” dan banyak pula yang mengartikannya secara berbeda-beda… tidak apa-apa, selama maksud dan tujuannya “baik” sebagai kata sapa-sambut yang menunjukan JATI DIRI BANGSA.

Jika bangsa KITA memiliki kata sapa-sambut maka KITA TIDAK PERLU MEMPERGUNAKAN MILIK BANGSA LAIN dari manapun asal dan artinya… jadi tidak ada alasan apapun untuk menggantinya, sebab setiap bangsa sudah pasti memiliki cara-ciri kata sapa-sambut (*bahasa) yang berbeda-beda, seperti jagat raya ini diciptakan dgn segala perbedaannya… BAHASA menunjukan KECERDASAN para leluhur setiap bangsa… dan segala kecerdasan para leluhur di negeri ini KITA-lah PEWARISNYA

Sapaan “SAMPURASUN” memiliki arti sebagai berikut :

SAM = sami / sama / same (*inggris)

PURA = keindahan / kesucian / kedamaian

SUN = … sebutan bagi putra-putri bangsa Matahari (Bataraguru) —> contohnya “ing sun”. Adapun di Jepang digunakan istilah “san” sedangkan di Eropa / Asia Besar disebut “son”.

Maka, arti sapaan “sampurasun” itu dapat bermakna sebagai berikut :

  1. (semoga) SEGALA KEINDAHAN (dilimpahkan) KEPADA SELURUH PUTRA-PUTRI NEGERI MATAHARI.
  2. (semoga) SEGALA KESUCIAN (diberikan) KEPADA SEMUA PUTRA-PUTRI BANGSA MATAHARI.
  3. (semoga) SEGALA KEDAMAIAN (menaungi) SELURUH PUTRA-PUTRI BANGSA MATAHARI.

Dalam adab dan tata-kramanya, ketika ucapan “sampurasun” disebutkan / dikatakan harus disertai dengan merapatkan kedua telapak tangan sambil menghadap kepada orang yang kita sapa :

  1. Menghaturkan sikap sembah di depan wajah sambil menunduk (*jika secara umum yang disapa usianya lebih tua dari kita).
  2. Menghaturkan sikap sembah di depan dada dgn wajah menunduk (*jika secara umum orang yang disapa usianya lebih muda).

tumblr_nfmkuomd4o1tqkoe8o1_500.jpg

Begitulah para leluhur PA-RA-HYANG menyampaikan Ajar Pikukuh Sunda kepada seuweu-siwinya (seuweu putu) agar senantiasa “rendah hati” di hadapan siapa pun dan apa pun… halus, lembut, sopan-santun, bertata-krama adalah cara-ciri MANUSIA SUNDA (manusia cahaya).

Jawaban atas sapaan “SAMPURASUN” adalah “RAMPES” yang kemudian (umumnya) disertai dengan ucap “MUGIA RAHAYU SAGUNG DUMADI”

Catatan :

Ketika setiap bangsa memiliki cara-cirinya sendiri tentu bangsa Indonesia tidak dapat mempergunakan milik bangsa lain, dan sudah pasti kita tidak akan dapat MENJADI MEREKA (*ibarat kambing yang mustahil “mengaum”…) dan sudah tentu merekapun tidak dapat menjadi diri kita… jadi, ketika segala bangsa tidak mengakui kehadiran diri kita maka cara satu-satunya hanyalah kembali ke rumah sendiri tempat IBU membesarkan kita semua yang membelai kita dengan segala cinta-kasihnya.

Tabe Pun

_/|\_

Mugia Rahayu Sagung Dumadi

Sumber : Kang Uci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s